Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Adab-Adab Dalam Merayakan Iedul Adha

Adab-Adab Dalam Merayakan Iedul Adha

Adab-Adab Dalam Merayakan Iedul Adha

 
Ayah Bunda, Hari Raya qurban atau biasa disebut Hari Raya Idul Adha,  termasuk kekhususan umat Islam. Idul Adha juga termasuk syi’ar-syi’ar Islam yang hendaknya kita menjaganya dan menghormatinya. Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (Al Hajj: 32). Ayah Bunda, berikut ini akan dijelaskan secara ringkas mengenai adab-adab Idul Adha:
 
1. Mandi Dan Mengenakan Wewangian
Hal ini bagi laki-laki dan memakai pakaian yang paling bagus tanpa berlebih-lebihan, tanpa isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki), tidak mencukur janggut karena hal tersebut haram hukumnya. Sedangkan wanita disyari’atkan baginya keluar menuju tempat shalat Ied tanpa tabarruj (berdandan berlebihan), tanpa memakai wewangian dan hendaklah seorang muslimah berhati-hati berangkat dalam rangka taat kepada Allah.
 
2. Pergi Ke Tempat Shalat Ied
Berjalan kaki jika memungkinkan dan disunnahkan shalat Ied di lapangan terbuka, kecuali jika terdapat uzur seperti hujan misalnya, maka pada saat itu sebaiknya shalat di masjid berdasarkan perbuatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.
 
3. Takbiran
Disyari’atkan bertakbir sejak terbit fajar pada hari Arafah hingga waktu Ashar hari tasyrik terakhir.
Disunnahkan mengeraskan suaranya bagi laki-laki di masjid-masjid, pasar-pasar dan rumah-rumah setelah melaksanakan shalat, sebagai pernyataan atas pengagungan kepada Allah, beribadah kepada-Nya dan mensyukuri-Nya.
 
4. Shalat Bersama Kaum Muslimin Dan Mendengarkan Khutbah
Shalat berjamaah dan mendengarkan khutbah tidak gugur kecuali dengan uzur syar’i. Adapun wanita tetap diperintahkan menghadiri shalat Ied bersama kaum muslimin, bahkan sekalipun yang haid dan para budak dan bagi mereka yang haid di jauhkan dari tempat shalat.
 
5. Menyembelih Binatang Qurban
Waktu menyembelih qurban adalah empat hari, hari raya dan tiga hari tasyrik, sebagaimana terdapat dalam hadits shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam beliau bersabda:
“Semua hari tasyrik adalah (waktu) menyembelih”(Lihat Silsilah Shahihah no. 2476)
 
6. Menempuh jalan yang berbeda.
Disunnahkan untuk berangkat ke tempat shalat Id lewat satu jalan dan pulang lewat jalan yang lain berdasarkan perbuatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.
 
7. Makan daging korban.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tidak makan daging qurban sebelum pulang dari shalat Ied, setelah itu baru dia memakannya.
 
8. Ucapan selamat
Tidak mengapa saling mengucapkan selamat seperti:
“Semoga Allah menerima (amal) kita dan Anda sekalian”.
 
Ayah Bunda, ada beberapa hal yang patut kita hindari saat hari raya:
 
1. Takbir secara berbarengan: dengan satu suara atau mengikuti bersama-sama dibelakang seseorang yang bertakbir.
 
2. Lalai pada hari Ied. Yaitu dengan melakukan hal-hal yang diharamkan seperti mendengarkan lagu-lagu, menonton film, ikhtilath (bercampur baur) antar laki dan wanita yang bukan muhrim dan kemungkaran-kemungkaran lainnya.
 
3. Mencabut rambut atau memotong kuku sebelum melaksanakan penyembelihan korban, karena ada larangan Nabi dalam masalah ini.
 
4. Berlebih-lebihan atas sesuatu yang tidak perlu dan bermanfaat berdasar-kan firman Allah ta’ala:
Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan “ (Al A’raf: 31)
 
(Dinukil dari فضل عشر ذي الحجة أحكام الأضحية وعيد الأضحى المبارك , Edisi Indonesia “Keutamaan sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah & Hukum berkurban dan ‘Iedhul Adha yang berbarakah”. Seksi Terjemah Kantor Sosial, Dakwah & Penyuluhan Bagi Pendatang, Pemerintah Saudi Arabia)
 








Seputar Islam Lainnya
4 Keteladanan dari Ibunda Siti Hajar
4 Keteladanan dari Ibunda Siti Hajar

Memiliki anak yang sholeh merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang Ibu. Ibu-ibu muslim patut mencontoh keteladanan dari Ibunda Siti Hajar. Ibunda Siti Hajar merupakan istri dari Nabi Ibrahim Alaihis Salam. Dari pasangan ini, dikaruniai anak bernama Nabi Ismail Alaihis Salam. Kita akan membahas mengenai keteladanan dari Ibunda Siti Hajar dalam mendampingi suami dan mendidik Nabi Ismail Alaihis Salam.
6 Keteladanan Ibunda Siti Sarah
6 Keteladanan Ibunda Siti Sarah

Ayah Bunda sudah kenal dengan Ibunda Siti Sarah, istri dari Nabi Ibrahim Alaihis Salam? Ia adalah seorang wanita yang diberi anugrah kecantikan luar biasa. Ibunda Siti Sarah termasuk wanita yang beriman dan juga bertaqwa kepada Allah. Ia juga termasuk orang pertama yang mau menerima ajakan dakwah suaminya. Dibawah ini akan dipaparkan mengenai keteladanan-keteladanan dari Ibunda Siti Sarah.
Doa dan Dzikir Nabi Ibrahim
Doa dan Dzikir Nabi Ibrahim

Ayah Bunda, Nabi Ibrahim Alaihis Salam adalah bapaknya para Nabi. Kerena ketaatan Nabi Ibrahim Alaihis Salam kepada Allah, beliau dijuluki sebagai kekasih Allah. Nama Ibrahim pun menjadi surat dalam Al Quran, bahkan doa-doa yang dipanjatkan ada di dalam Al Quran. Berikut adalah doa dan dzikir yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam:
Pendidikan Karakter yang Diajarkan Nabi Ibrahim Kepada Ismail
Pendidikan Karakter yang Diajarkan Nabi Ibrahim Kepada Ismail

Mari perhatikan dengan saksama bagaimana Ibrahim menyampaikan perintah berat ini kepada anaknya. Dalam Al-Qur’an dengan sangat disebutkan kata-kata Ibrahim kepada Ismail yang bermakna sebagai beriktut:
Produk Pilihan
Muhammad Teladanku
Rp 3.480.000

Rekomendasi Blog
Denda 50 Juta Karena Menggunakan Simbol Politik Rohingya di Lapangan Stadion Sepak Bola
Jum'at, 15 September 2017 11:06 WIB

Derita yang dihadapi oleh Rohingya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbagai aksi diberbagai Negara digalakkan untuk memberi simpatik serta bantuan kepada etnis Rohingya. Begitupun yang dialami oleh pendukung setia persib. Mereka membuat koreaografi bertuliskan “save Rohingya” dan sayangnya berakhir pada peringatan yang disertai denda sebesar 50 Juta kepada Persib Bandung.