Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Kisah Pejuang Veteran yang Berakhir Menjadi Tukang Becak

Kisah Pejuang Veteran yang Berakhir Menjadi Tukang Becak

Di belahan dunia sana, para veteran yang berjasa membawa negaranya kepada kemerdekaan sangat dihargai dan juga hidup dengan layak. Bahkan para veteran pun diangkat menjadi seorang warga negara kelas satu, yang dihargai dan dihormati oleh seluruh masyarakat atas segala jasa-jasanya. Namun, keadaan seperti ini mungkin tidak semua dirasakan oleh veteran di Indonesia.
 
Beberapa veteran pejuang proklamasi di Indonesia memang banyak yang sudah menikmati masa tuanya hasil dari keringat dan nyawa yang mereka pertaruhkan di masa silam. Akan tetapi, Rohadi seorang veteran yang saat ini tinggal di Semarang malah harus sibuk mengayuh becak untuk bisa menghidupi keluarganya yang hidup serba sulit.
 
Mungkin di luar sana, tidak hanya Rohadi yang merasakan kehidupan yang berat di masa tuanya. Meskipun begitu, Rohadi mengaku ikhlas menjalani kehidupan seperti ini. Dia membela negara untuk bisa merasakan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini, tanpa adanya ancaman dan bahaya dari para kaum penjajah yang bisa membuat kita hidup dalam ketakutan.
 
Bagaimana kisah hidup Rohadi seorang veteran yang mengayuh becak untuk menyambung hidupnya ini? Berikut kisah Rohadi, veteran perang yang hidup dengan mengayuh becak.
 
1. Menjadi pejuang saat pertempuran Tanjung Pinang Rohadi, merupakan salah satu pejuang veteran kemerdekaan yang berjuang menjaga harga diri dan kedaulatan bangsa dari ancaman asing. Dia dianggap oleh warga Trengguli III No 21, Kelurahan Karangkidul Kecamatan Semarang Tengah sebagai pahlawan lantaran perannya sebagai prajurit untuk mempertahankan Kepulauan Tanjung Pinang di Sumatera saat Indonesia bersengketa dengan Malaysia. Rohadi pun di sela-sela kesibukannya mencari nafkah untuk keluarganya bercerita masa mudanya dulu saat menjadi prajurit dalam misi mempertahankan Kepulauan Tanjung Pinang tersebut. Pria berumur 71 tahun ini adalah salah satu tentara Dwikora pada masa pergolakan kemerdekaan tahun 1962 silam.

"Dulu saya ikut mempertahankan Kepulauan Tanjung Pinang di Sumatera saat Indonesia bersengketa dengan Malaysia," ujar Rohadi, Jumat (15/8).
 
2. Kayuh becak untuk penuhi kebutuhan hidup Tepat pada 17 Agustus 2014 nanti, bangsa Indonesia genap berusia 69 tahun. Namun, bagi Rohadi perayaan HUT RI ke-69 tak ubahnya seperti hari-hari biasa. Disaat warga lain merayakan HUT RI dengan suka cita, lelaki tua tersebut harus pontang-panting mengayuh becak demi mengais rezeki. Setelah masa perjuangan kemerdekaan usai, roda nasib Rohadi berbalik 180 derajat. 38 Tahun berselang, dia kini harus menyambung hidup menjadi tukang becak. Dia mengaku jika dia tak mencari penghasilan tambahan, bantuan dari pemerintah, juga tak cukup memenuhi kebutuhan hidupnya.
 
3. Rohadi minta pemerintah perhatikan veteran Rohadi, seorang veteran pejuang tahun 1962 ini berharap, pemerintah lebih memperhatikan nasib pejuang veteran agar bisa hidup lebih layak. Sebab, untuk sekarang penghasilannya sebagai pengayuh becak tak menentu. Menurut pengakuannya, setiap eks pejuang, saat ini hanya mendapatkan tunjangan veteran yang diberikan pemerintah sekitar Rp 1,4 juta, tunjangan kehormatan Rp 250 ribu per bulan.

"Jumlah itu sangat tidak sepadan dengan upaya kita mempertaruhkan nyawa pada masa kemerdekaan. Bangsa kita kurang memperhatikan jasa perjuangan masa lampau. Kenapa tunjangan kehormatan hanya Rp 250 ribu saja? Padahal negara kita kaya," urainya.

Rohadi pun mengaku, saat ini masih banyak rekan seperjuangannya yang bernasib sama. Bantuan dari pemerintah, juga tak cukup memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Veteran Gedung Juang 45 Semarang, Suhartono. Menurut dia, banyak rekan seperjuangannya yang hidupnya sengsara dan miskin. Dari 1000 pejuang kemerdekaan di Kota Semarang, kini hanya tersisa 600 orang masih hidup.

"Dan mayoritas hidupnya susah. Banyak menjadi tukang parkir, tukang becak sampai hidupnya terkatung-katung," keluhnya.
 
4. Rohadi berharap dan dokan negara Indonesia makin maju Di sela kesibukannya mengayuh becak untuk mencari sesuap nasi untuk keluarganya, veteran bernama Rohadi pun mendoakan supaya seluruh perjuangannya bersama teman- temannya di masa silam tidak disia-siakan oleh para generasi muda. Dia pun mengatakan bahwa banyak sekali generasi muda yang sudah lembek mentalnya. Dia juga menyayangkan sikap generasi muda sekarang dalam memaknai HUT RI. Bila dulu masih terdengar riuh suara warga menyemarakan HUT RI, namun kini semangat kaum muda semakin luntur. Di akhir ceritanya tersebut, Rohadi juga menitipkan sebuah pesan kepada pemimpin yang akan menjabat mendatang.

"Kami harap, pemerintahan baru nanti harus bisa mengelola negara dengan jujur, bermartabat," ungkapnya.
 
Sumber: fanpage info dunia militer
 








Kisah Hikmah Lainnya
2 Kisah Sikap Lembutnya Rasulullah SAW
2 Kisah Sikap Lembutnya Rasulullah SAW

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga Mahalembut dalam memerintah dan melarang. Dia tidak membebani hamba-Nya dengan beban-beban yang banyak secara sekaligus. Tapi, berangsur-angsur dari satu kondisi kepada kondisi yang berikutnya sehingga jiwa siap menanggungnya dan tertata emosinya. Hal itu seperti turunnya perintah puasa fardlu, pengharaman khamar, riba dan lainnya.
Kisah Nyata Pelaku Riba: “Riba Penyelamat Keluargaku”
Kisah Nyata Pelaku Riba: “Riba Penyelamat Keluargaku”

Bapakku dulu Pelaku riba bahkan sampai sekarang, masih ada hutang di bank. (InsyaAllah, sudah taubat & tidak akan diulangi lagi) Dulu, awal pinjem hutang ke Bank (yang mengaku merakyat) ini hanya 2 juta.
Ini Kisah Favorit Anak-Anak Dari Sekian Judul Siroh
Ini Kisah Favorit Anak-Anak Dari Sekian Judul Siroh

Apa kisah favorit anak-anak dari sekian judul siroh? Biasanya selayaknya anak-anak, nggak jauh-jauh dari perhewanan. Dunia binatang yang menarik perhatian anak, juga berimbas ke cerita yang diminta. Balik lagi ke peristiwa Tahun Gajah. Abrahah lagi, Ababil lagi. Gimana nggak, dicerita itu ada 2 hewan terlibat. Sukses deh diinget-inget anak. Gajah yang besar dengan penampakan unik belalai dan lebar telinganya. Burung yang kepakan sayapnya terbayang-bayang terbang di depan mata. Ada yang bernasib sama, ngulang terus cerita itu? Tapi, every single word counts. Setiap kata yang diucapkan bisa memberi arti berbeda. Setiap cerita punya ladang nilai tersendiri yang bisa digali.
Hypnoparenting Agar Anak Cinta Al Quran
Hypnoparenting Agar Anak Cinta Al Quran

Al Quran tak sekedar kitab suci tetapi juga jalan hidup muslim yang lurus. Orang tua juga sangat berharap anaknya bisa dekat dengan Al Quran. Tak jarang kita lihat, kala sore menyapa, beberapa orang tua yang mengantarkan anak-anaknya ikut TPA. Saya punya teman, setiap sore rumahnya tak pernah sepi dari anak-anak yang berlajar membaca Al Quran.
Produk Pilihan
Rekomendasi Blog
Apa itu Pokemon Go?
Senin, 18 Juli 2016 06:25 WIB

Ayah Bunda, games adalah salah satu alternatif hiburan yang dapat memuaskan batin bagi para penggunanya. Salah satu games yang akan kita bahas adalah games pokemon atau nama permainannya adalah “Pokemon Go”.