Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Ini 3 Alasan Kenapa Kita Harus Berdoa Agar Terlindung Dari Kematian

Ini 3 Alasan Kenapa Kita Harus Berdoa Agar Terlindung Dari Kematian

Betapa bahagianya menjadi umat Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam. Setiap tuntunan-Nya senantiasa menawarkan solusi dan kemudahan. Tidaklah terlewat satu pun kebaikan melainkan beliau ajarkan kepada umatnya dan tidaklah ada satu keburukan, melainkan beliau mewanti-wanti mereka agar terhindar darinya.

Lihatlah apa yang dicontohkan Sang Nabi tatkala bayang-bayang musibah yang menakutkan datang silih berganti menghampiri anak Adam. Beliau ajarkan kepada umatnya pentingnya berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari kematian yang mengerikan.

“Dari Abul Yasar ia berkata, ‘Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dari tempat yang tinggi, dari tertimpa bangunan (termasuk terkena benturan keras dan tertimbun tanah longsor), dari tenggelam, dan dari terbakar. Aku juga berlindung kepada-Mu dari campur tangan syetan ketika akan meninggal. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan perang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan beracun’” (HR. Al-Nasa’i)

Jika memang musibah-musibah di atas menjadikan seseorang mati syahid, kenapa kita dianjurkan untuk berlindung darinya? Poin-poin berikut ini akan membantu menjelaskan kepada kita sebab dianjurkannya berlindung kepada Allah dari kematian yang mengerikan.
 
  1. Kematian dalam kondisi tersebut sangat keras dan melelahkan.
Boleh jadi seseorang ketika mengalami hal itu imannya tidak kokoh, sehingga syetan mampu menggelincirkannya dari iman. Sementara itu, manusia adalah makhluk yang lemah, mudah putus asa, sehingga selayaknya memohon agar diberikan kemudahan, lebih-lebih pada kondisi ketika akan meninggal.
 

“Ibnu At-Tiin berkata, ‘Semua yang tertimpa musibah ini merasakan sakit kematian yang keras, Allah karuniakan itu kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penghapus dosa-dosa dan tambahan pahala bagi mereka yang mengantarkan mereka mencapai derajat para syuhada’” (Bab al-Syahadah Sab’un Siwal Qatl).

 
  1. Kematian dalam kondisi tersebut biasanya datang mendadak.
Boleh jadi seseorang pada saat itu terjadi padanya belum bertaubat. Boleh jadi juga saat itu mereka belum melunasi hutang, juga belum berwasiat kepada orang yang berhak mendapatkan wasiat, dan orang-orang terdekatnya, sehingga hak-hak orang lain belum ia tunaikan. Padahal setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat terkait hak orang lain yang belum ia kembalikan kepada pemiliknya, meskipun ia orang yang mati syahid. Demikian Sang Nabi telah mewanti-wanti umatnya,

 
“Orang yang mati syahid akan diampuni seluruh dosanya, kecuali hutang” (HR. Muslim no. 1886).
 
  1. Belum tentu mati syahid.
Para ulama, di antaranya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Al-Fatawa Al-Kubra, mengecualikan bagi orang yang bepergian naik kapal dalam kondisi sedang bermaksiat lalu tenggelam, tidak termasuk yang mendapatkan kesyahidan. Demikian juga pendapat Syaikh Shalih al-Munajjid hafizhahullah tentang orang yang bepergian untuk melakukan maksiat, seperti orang yang naik kapal untuk berzina dan minum khomr, dan yang semisalnya lalu tenggelam, maka ia tidak mendapatkan kesyahidan.

 
Kesimpulan, meskipun meninggal karena tenggelam, terjatuh dari tempat yang tinggi, terbakar, tertimpa benda keras, dan semisalnya itu mengantarkan seseorang meraih syahid di akhirat, akan tetapi banyak nash-nash yang menganjurkan kita untuk berlindung dari kematian yang mengerikan tersebut. Apabila seorang mukmin meninggal dalam keadaan tersebut dan tidak sedang bermaksiat, maka ia memperoleh kesyahidan. Akan tetapi ia tidak boleh berharap mati yang demikian, justru sebaliknya ia memohon kepada Allah Ta’ala agar terhindar darinya sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
 
Wallahu a’lam.
 
Sumber:  muslim.or.id
 
 
 








Kisah Hikmah Lainnya
Amalan di Malam Nisfu Sya’ban
Amalan di Malam Nisfu Sya’ban

Ayah Bunda, setelah kita mengetahui keshahihan dari hadist mengenai malam nisfu sya’ban, kini kita membahas mengenai amalan di malam Nisfu Sya’ban. Taruhlah hadits keutamaan malam nisfu Sya’ban itu shahih, bukan berarti dikhususkan amalan khusus pada malam tersebut seperti kumpul-kumpul di malam nisfu Sya’ban dengan shalat jama’ah atau membaca Yasin atau do’a bersama atau dengan amalan khusus lainnya.
Keutamaan Bulan Sya’ban
Keutamaan Bulan Sya’ban

Alhamdulillah dengan masuknya Bulan Sya’ban, itu menandakan bulan depan kita telah memasuki bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim yaitu Bulan Ramadhan. Bulan Sya'ban juga termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Seperti apa keutamaan Bulan Sya’ban?
Di Balik 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional
Di Balik 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional

Siapa yang tak kenal dengan Ki Hajar Dewantara? Beliau adalah bapak pendidikan Nasional di Indonesia. Setiap tanggal 2 Mei pun, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kenapa harus tanggal 2 Mei? Ternyata, tanggal 2 Mei merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara.
Kisah Nabi Ya’kub: “Hati yang Menang adalah hati yang diliputi keimanan”
Kisah Nabi Ya’kub: “Hati yang Menang adalah hati yang diliputi keimanan”

Ayah Bunda, Mengatakan diri beriman tentu tidak sulit. Namun, membuktikannya butuh perjuangan sekaligus pengorbanan. Seperti yang kita ketahui, Allah tidak mungkin memberikan cobaan diluar kemampuan hambaNya. Cobaan yang paling berat adalah cobaan para Nabi, seperti kisah Nabi Ya’kub berikut ini.
Produk Pilihan
Rekomendasi Blog
Kejadian Langka ! Muslim Amerika Shalat Berjamaah di Bandara
Rabu, 01 Februari 2017 09:58 WIB

Kejadian unik terjadi di bandara Dallas Amerika Serikat. Puluhan muslim melaksanakan shalat berjamaah di bandara tersebut. Sebelumnya dalam foto yang diunggah halaman Facebook Abang Onim ini terlihat puluhan muslim shalat di ruang kedatangan. Aksi ini merupakan jawaban atas kebijakan pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Trump yang melarang 7 negara Islam untuk memasuki Amerika.